Cara Meraih Kesuksesan Dalam Islam
Bekerja merupakan salah satu perintah Allah yang harus dilakukan oleh manusia didalam kehidupanya. Hal itu terlihat dari rincinya aturan yang diberikan oleh Allah dan Rasul tentang tatacara bekerja atau berusaha dalam meraih kesuksesan yang sesuai dengan ajaran Islam. Dalam QS Al-Jumu'ah 10, ada perintah Allah untuk berusaha kemana dan dimana saja. setelah itu Allah memerintahkan untuk mencari rezeki Allah dari mana dan dalam bentuk apa saja. Hal ini menunjukan bahwa umat Islam harus mempunyai etos kerja yang tinggi supaya bisa meraih sukses dan tentu saja harus mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam islam.
Perintah bekerja secara eksplisit didalam Al-Qur'an tersebut, diiringi pula dengan pemberian motivasi agar bekerja dengan penuh keikhlasandan dalam frame yang telah dituntunkan oleh Rasul dari Allah SWT.
Sebagai konsistensi dari kekhalifahan manusia dibumi Allah ini, salah satu tugas manusia adalah memanfaatkan sumber daya alam melimpah yang diberikan oleh Allah. Semua itu harus dicari dan diupayakan untuk mendapatkanya.
Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai anggota masyarakat dan sebagai hamba Allah, manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan personal dan kemampuan fungsional. fungsi dan tugas itu hanya akan dilaksanakan dengan optimal apabila seseorang mempunyai kekuatan dalam berbagai hal. Sebagai contoh, untuk melaksanakan ibadah haji manusia dituntut untuk mempunyai kekuatan iman, kekuatan ekonomi, kekuatan fisik, dan kekuatan fikiran.
Hadist Rasulullah Tentang kiat sukses dalam bekerja
Dalam satu sabdanya, Rasulullah memberikan arahan dan solusi yang dapat digunakan ketika berusaha mencari rezeki yang telah diperintahkan Allah dalam ayat sebelumnya. Hadist tersebut yang berbunyi, yang artinya :
"Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan mukmin yang lemah. Ambisilah atas semua yang dapat memberikan manfaat kepadamu dan mintalah pertolongan Allah, dan jangan lemah atau malas. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berandai-andai, tetapi katakanlah (inilah ketetapan Allah, Apapun yang Ia kehendaki pasti akan terjadi). Karena berandai-andai itu kunci pembuaka untuk masuknya perbuatan setan."
Dari Hadist diatas, dapat diambil beberapa kiat-kiat sukses yang dituntunkan Rasullulah. Beberapa kiat sukses tersebut adalah
Pertama, Seseorang harus mempunyai kekuatan baik secara jasmani, rohani, maupun finansial. Karena mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. karena mukmin yang kuat dapat melakukan usaha dengan lebih maksimal dibandingkan dengan mukmin yang lemah.
Kedua, Dalam kondisi dan situasi apapun muslim harus melihat sisi positifnya. Dalam Hadist lain Rasulullah menyatakan bahwa suatu keajaiban bagi orang beriman semuanya baik untuk mereka. Ketika mendapatka kebahagiaan mukmin selalu bersyukur dan itu baik untuknya. Frasa ini menuntun kita agar selalu semangat dalam menggapai kesuksesan didalam situasi dan kondisi apaun. Sementara untuk masalah hasil, semua kita serahkan kepada Allah Swt.
Ketiga, Dalam bekerja dan menggapai kesuksesan, seseorang harus memiliki semangat tinggi dalam mencari sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan diri-sendiri dan keluarganya sehingga tak ada kesempatan yang terlewatkan. Karena dalam Hadist lain, nanti setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Oleh sebab itu, pergunakan kesempatan yang ada untuk berusaha karena dunia merupakan tempat untuk berusaha menggapai kesuksesan.
Keempat, Setelah berusaha secara maksimal, harus berdoa memohon kepada Allah agar selalu diberikan pertolonganya. Rasulullah Saw menyuruh agar umat manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah agar dalam usaha mencapai kesuksesanya mendapatkan bimbingan dan masih dalam koridor yang ditetapkan oleh Allah
Disisi lain, memohon pertolongan Allah, merupakan pengakuan hamba bahwa kekuatan dan upaya yang dimilikinya hanya terbatas. Dan kalaupun orang tadi berhasil dalam menggapai kesuksesan, maka ia tidak akan sombong, congkak, dan angkuh. Karena semua keberhasilan yang diperolehnya adalah atas izin Allah. Disamping itu, menghadirkan Allah dalam setiap usaha yang dilakukan akan menjadi tameng/pelindung dari penyelewengan yang berakibat merugikan orang lain.
Kelima, Rasulullah menyarankan agar jangan lemah dan jangan berputus asa dalam mencapai tujuan hidup. Kelemahan dan kemalasan menghalangi seseorang untuk berusaha mencapai sesuatu yang telah direncanakan. Kelemahan akan membawa pada sikap hidup yang jauh dari semangat. Sementara putus asa akan menjadi penghalang untuk bangkit dari kegagalan.
Keenam, Apapun yang telah didapatkan dari usaha yang telah dilakukan secara maksimal, apalagi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang telah diharapkan, maka jangan sekali-kali suka berandai-andai. Karena dalam Hadistnya Rasulullah Saw melarang umatnya untuk tidak berandai-andai. pernyataan andaikan, andai saja, dll itu adalah pernyataan yang sia-sia. Karenya yang diandaikan itu telah berlalu dan tidak munngkin bisa kembali, dan tidak bisa diubah lagi.
Kesimpulan
Dalam usaha mencari kesuksesan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, kita tidak boleh bermalas-malasan, tidak boleh berharap kepada selain Allah, tidak boleh berputus asa,dan tidak boleh berandai-andai. yang pada intinya dalam usaha menggapai sukses yang diajarkan oleh Rasulullah, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasulnya. Tidak boleh melewati batas koridor yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.
Perintah bekerja secara eksplisit didalam Al-Qur'an tersebut, diiringi pula dengan pemberian motivasi agar bekerja dengan penuh keikhlasandan dalam frame yang telah dituntunkan oleh Rasul dari Allah SWT.
Sebagai konsistensi dari kekhalifahan manusia dibumi Allah ini, salah satu tugas manusia adalah memanfaatkan sumber daya alam melimpah yang diberikan oleh Allah. Semua itu harus dicari dan diupayakan untuk mendapatkanya.
Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai anggota masyarakat dan sebagai hamba Allah, manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan personal dan kemampuan fungsional. fungsi dan tugas itu hanya akan dilaksanakan dengan optimal apabila seseorang mempunyai kekuatan dalam berbagai hal. Sebagai contoh, untuk melaksanakan ibadah haji manusia dituntut untuk mempunyai kekuatan iman, kekuatan ekonomi, kekuatan fisik, dan kekuatan fikiran.
Hadist Rasulullah Tentang kiat sukses dalam bekerja
Dalam satu sabdanya, Rasulullah memberikan arahan dan solusi yang dapat digunakan ketika berusaha mencari rezeki yang telah diperintahkan Allah dalam ayat sebelumnya. Hadist tersebut yang berbunyi, yang artinya :
"Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan mukmin yang lemah. Ambisilah atas semua yang dapat memberikan manfaat kepadamu dan mintalah pertolongan Allah, dan jangan lemah atau malas. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berandai-andai, tetapi katakanlah (inilah ketetapan Allah, Apapun yang Ia kehendaki pasti akan terjadi). Karena berandai-andai itu kunci pembuaka untuk masuknya perbuatan setan."
Dari Hadist diatas, dapat diambil beberapa kiat-kiat sukses yang dituntunkan Rasullulah. Beberapa kiat sukses tersebut adalah
Pertama, Seseorang harus mempunyai kekuatan baik secara jasmani, rohani, maupun finansial. Karena mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. karena mukmin yang kuat dapat melakukan usaha dengan lebih maksimal dibandingkan dengan mukmin yang lemah.
Kedua, Dalam kondisi dan situasi apapun muslim harus melihat sisi positifnya. Dalam Hadist lain Rasulullah menyatakan bahwa suatu keajaiban bagi orang beriman semuanya baik untuk mereka. Ketika mendapatka kebahagiaan mukmin selalu bersyukur dan itu baik untuknya. Frasa ini menuntun kita agar selalu semangat dalam menggapai kesuksesan didalam situasi dan kondisi apaun. Sementara untuk masalah hasil, semua kita serahkan kepada Allah Swt.
Ketiga, Dalam bekerja dan menggapai kesuksesan, seseorang harus memiliki semangat tinggi dalam mencari sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan diri-sendiri dan keluarganya sehingga tak ada kesempatan yang terlewatkan. Karena dalam Hadist lain, nanti setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Oleh sebab itu, pergunakan kesempatan yang ada untuk berusaha karena dunia merupakan tempat untuk berusaha menggapai kesuksesan.
Keempat, Setelah berusaha secara maksimal, harus berdoa memohon kepada Allah agar selalu diberikan pertolonganya. Rasulullah Saw menyuruh agar umat manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah agar dalam usaha mencapai kesuksesanya mendapatkan bimbingan dan masih dalam koridor yang ditetapkan oleh Allah
Disisi lain, memohon pertolongan Allah, merupakan pengakuan hamba bahwa kekuatan dan upaya yang dimilikinya hanya terbatas. Dan kalaupun orang tadi berhasil dalam menggapai kesuksesan, maka ia tidak akan sombong, congkak, dan angkuh. Karena semua keberhasilan yang diperolehnya adalah atas izin Allah. Disamping itu, menghadirkan Allah dalam setiap usaha yang dilakukan akan menjadi tameng/pelindung dari penyelewengan yang berakibat merugikan orang lain.
Kelima, Rasulullah menyarankan agar jangan lemah dan jangan berputus asa dalam mencapai tujuan hidup. Kelemahan dan kemalasan menghalangi seseorang untuk berusaha mencapai sesuatu yang telah direncanakan. Kelemahan akan membawa pada sikap hidup yang jauh dari semangat. Sementara putus asa akan menjadi penghalang untuk bangkit dari kegagalan.
Keenam, Apapun yang telah didapatkan dari usaha yang telah dilakukan secara maksimal, apalagi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang telah diharapkan, maka jangan sekali-kali suka berandai-andai. Karena dalam Hadistnya Rasulullah Saw melarang umatnya untuk tidak berandai-andai. pernyataan andaikan, andai saja, dll itu adalah pernyataan yang sia-sia. Karenya yang diandaikan itu telah berlalu dan tidak munngkin bisa kembali, dan tidak bisa diubah lagi.
Kesimpulan
Dalam usaha mencari kesuksesan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah, kita tidak boleh bermalas-malasan, tidak boleh berharap kepada selain Allah, tidak boleh berputus asa,dan tidak boleh berandai-andai. yang pada intinya dalam usaha menggapai sukses yang diajarkan oleh Rasulullah, harus sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasulnya. Tidak boleh melewati batas koridor yang telah ditetapkan oleh Allah Swt.




